3 Teknik Jitu Membiasakan Balita Rapi Setelah Bermain

Saat anak sibuk dengan mainannya dan tertawa riang, tentu kita sebagai orangtuanya ikut bahagia. Tapi, kebahagiaan itu bisa langsung menjadi bom dalam sekejap saat mendapati semua mainan buah hati berserakan di seluruh sudut rumah. Maka, anda akan berpikir bagaimana agar balita rapi setelah bermain.

For me myself, Satu hal yang nyata berubah setelah mendapatkan title sebagai seorang ibu adalah badai ringan yang tampaknya tak pernah berhenti mengambil alih rumah mungil berkali-kali. Saya selalu membersihkan dan merapikan. Namun, tak selang lama, semuanya menjadi sedikit berantakan.ya, karya sang buah hati. But, honestly, i enjoy it. 

Lalu, bagaimana sikap kita seharusnya? Apakah membiarkannya dan membereskannya sendiri nanti? Terkadang, itu menjadi opsi utama karena lagi-lagi beranggapan bahwa mengajak toddler membereskan mainan hanya akan menambah barang yang berantakan. That's wrong thought. 

Kita tak boleh membiarkan hal ini terus berulang karena sama artinya kita tak percaya akan kemampuannya, kita selalu membuatnya berada dalam zona nyaman hingga nantinya si kecil kurang siap saat menghadapi zona kritis. Ayah & Bunda tentu tak menginginkan hal itu, kan? So, ayo biasakan si kecil agar terdorong untuk membereskan sendiri mainannya! Simak tips cerdas berikut! 

Designed by Pixabay

Membuat kesepakatan

Meskipun masih balita, si kecil harus dikenalkan dengan yang namanya sebuah kesepakatan. Nha, kesepakatan ringan ini bisa diterapkan saat si kecil belum tergerak untuk membereskan mainannya. Contoh simple-nya: Saat asyik bermain, tiba-tiba anak langsung beralih ke hal baru misalnya penjual es krim keliling. Kita bisa mengambil kesempatan ini agar anak menerapkan kesepakatan dan tanggung jawab. 

"Adek kalau habis mainan, dibereskan dulu. Setelah itu, adek bisa beli es krim" 

Itu sekdar contoh umum. Surely, anak akan merasa tertantang dan dengan sigap membereskan semua mainan. Kenapa? Karena dia punya tujuan yang bisa diraih sesuai kesepakatan tadi. Dengan begitu, terpupuklah kebiasaan balita rapi setelah bermain.

Bagaimana kalau anak justru merengek? Kemungkinan besar memang demikian. Tapi, kita juga harus tegar. Selama masih bisa dikendalikan, why not? Yuk, perlahan memberikan ia pengertian bahwa dialah yang bertanggung jawab penuh terhadap semua mainan dan barang miliknya. 

Baca juga:

3 cara menangani anak super aktif tanpa drama

Membentuk tim dengan cara seru

Memang, secara realistis, agak sulit jika kita terlalu mengharapkan balita mengurus semua barangnya sendiri, jadi kita bagi saja pekerjaan itu; kita dapat menangani pekerjaan yang lebih sulit (contoh: meletakkan bukunya kembali di rak), sementara si kecil menghandel tugas muda yang lebih mampu dia lakukan (contoh: memasukkan mainan balok ke keranjang) 

Designed by Pixabay

Lalu, ubahlah tugas tersebut menjadi permainan. Contohnya? Beragam sekali. Kita bisa menggunakan sistem juara, siapa yang tercepat dialah pemenangya. Ayah & Bunda cukup mengatur waktunya saja. Apakah perlu hadiah? Tak perlalu sesuatu yang over, hanya dengan label 'menang' pun anak akan sangat bangga. 

Memilih mainan tertentu

Anak kecil memang suka sekali bereksplorasi dengan mainannya. Agar kekacauan tak begitu besar, Ayah & Bunda bisa menggunakan cara ini. Saat si anak hendak bermain, ada baiknya kita seleksi dulu si kecil ingin mainan yang mana. Dengan demikian, kita tak perlu memberesakan barang terlalu banyak. Disisi lain, si kecil juga akan belajar untuk memanfaatkan sesuatu sebaik mungkin tanpa iming-iming pilihan lain. 

However, kita butuh kesabaran lebih untuk membiasakan balita rapi setelah bermain. Saat si kecil menolak atau bahkan merengek, sebisa mungkin tahan amarah. Lebih baik, menjelaskan lagi perlahan dan langsung bergerak sebagai contohnya. Si kecil akan melihat dan menirunya. 

Mualimah Saya adalah ibu 1 anak yang begitu cinta dengan dunia anak dan pendidikan

9 Komentar untuk "3 Teknik Jitu Membiasakan Balita Rapi Setelah Bermain"

  1. Informasi yang menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
  2. Ngebantu nih, nambah ilmu parenting nya. Buat persiapan nanti² stelah nikah🤲🏻

    BalasHapus
  3. Walaupun belom nikah wajib liat blog ini. Biar bisa jadi pembelajaran nantinya😁

    BalasHapus
  4. Kalau saya sih sudah sampai di titik, "ga mau beresin, kalau berantakan ya udah" wkwk... Tp emang tetep anak hrs diajarkan untuk belajar merapihkan mainan sendiri. Kalau nggak ya kita yang cape terus tiap hari.

    BalasHapus
  5. Berkunjung ke Blog aku ya jangan lupa
    BERITA UPDATE

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel