Dehidrasi pada Balita, Yuk Berkenalan dengan Penyebab dan Gejalanya!

Dehidrasi pada balita dapat berlangsung dan terjadi kapanpun apalagi saat musim panas. Penyebab balita kehilangan cairan dalam tubuhnya itu sangatlah beragam sebabnya, mulai dari berlebihannya keringat hingga muntah dan diare. Tetapi, kita sebagai orangtuanya dapat mengatasi permasalahan dehidrasi dan juga mebcegahnya dengan mudah. Baca terus saat Blog Mualimah membagikan informasi penting tentang dehidrasi pada balita.

Mengenal Dehidrasi Secara General

Semua pasti sudah sering banget mendengar istilah populer ini entah pernah mengalaminya atau tidak sama sekali. Kenapa bisa populer? Tentu karena saking banyaknya yang mengalami kondisi semacam ini khususnya balita. Ok, dehidrasi yakni suatu kondisi di mana tubuh telah kehilangan banyak sekali cairan, bahkan lebih banyak daripada yang telah diterima tubuh. Kondisi seperti ini mengakibatkan cairan yang ada dalam tubuh semakin sedikit dan fungsi penting seluruh tubuh pun ikut berkurang. Sehingga, semua itu mengganggu jalannya proses metabolisme.  

Dehidrasi pada balita

Dan, kalangan usia yang sering sekali mengalaminya yakni balita. Kok bisa? Ya, itu semua karena balita merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap kondisi dehidrasi mengingat tubuhnya yang sangat kecil, yang artinya cadangan air dalam tubuhnya pun juga lebih sedikit. So, tugas kita semua para Ayah dan Bunda untuk melindungi si kecil dari kondisi ini. 

Penyebab Munculnya Dehidrasi Pada Anak

Penyebab dehidrasi pada balita bukan hanya 1 atau 2 hal saja melainkan beberapa hal. Artinya, ada beberapa kondisi yang memicu terjadinya dehidrasi pada si kecil, diantaranya:
  • Penyebab utama dari kondisi ini adalah diare. Kondisi tersebut muncul karena tinja encer yang disebabkan oleh infeksi virus, parasit, bakteri, atau bisa juga alergi makanan. Kondisi semacam itu dapat membuat si anak cepat sekali kehilangan cairan sehingga dehidrasi pun bisa terjadi kapanpun.
  • Muntah (sangat sering) tentunya akan menghabiskan cadangan cairan dalam tubuhnya, seperti halnya dengan diare.
  • Suhu tubuh yang begitu tinggi ketika si anak sedang mengalami demam pun membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan, apalagi saat dia mengeluarkan banyak keringat.
  • Tingginya suhu dan kelembapan menyebabkan keringat berlebih, yang dapat memicu dehidrasi dan kondisi tubuh sangat panas. Anak yang cenderung bermain outdoor atau di luar ruangan biasanya akan lebih gampang mengalami masalah dehidrasi. 
Si kecil mungkin tidak paham bahwa dia telah merasakan yang namanya dehidrasi, namun, tubuh mungilnya menunjukkan sinyal yang cukup signifikan dan kuat.

Gejala Dehidrasi pada Anak

Setelah mengetahui semua penyebab dehidrasi pada balita, selanjutnya, kita harus tahu gejala yang nampak jika si kecil benar-benar mengalaminya. Perhatikan beberapa gejala berikut:
  • Mulut kering. Tabda ini adalah tanda paling utama pada anak kecil. Apabila kita merasa bahwa jumlah air liurnya mengalami penurunan (yang lebih sedikit), dan bibir terlihat kering juga mulut yang tampak lengket, kemungkinan si anak telah terserang dehidrasi. 
  • Frekuensi buang air menurun. Perhatikan apakah dalam waktu 8 jam si anak BAK atau tidak sama sekali. Dan, andaikata si anak masih BAK meski sekali, lihatlah urinnya. Jika tampak pekat nan gelap, kemungkinan itu dehidrasi. 
  • Ketika menangis, si anak hanya mengeluarkan sedikit air mata (dari biasanya).
  • Mata si kecil terlihat cekung sekali seolah benar-benar lemas dan kelelahan. 
  • Titik lunak yang terletak di bagian atas kepala si anak (yang biasanya dikenal fontanelle) terlihat sangat cekung. 
  • Anak menjadi sangat enggan untuk melakukan aktivitas apa pun. Bahkan, tingkat konsentrasinya pun jauh lebih rendah dan tingkahnya juga sangat rewel saat si Ayah/Ibu membujuknya untuk melakukan hal lain.
  • Dehidrasi akibat infeksi akan menghasilkan feses yang sangat encer atau lunak meskipun si anak pada dasarnya memang kekurangan cairan. Namun, jika dehidrasi tersebut hanya disebabkan muntah atau demam, maka BAB akan lebih jarang, dan tinja umumnya tampak lebih keras.
Jika kita menyadari si anak memunculkan beberapa gejala yang disebutkan di atas, lebih baik kita segera menghubungi atau datang langsung ke dokter anak terdekat ataupun penyedia layanan kesehatan pada umumnya.

Untuk pembahasan dehidrasi pada balita ini masih panjang ya. So, pantau terus blog Mualimah, ya! Saya akan menjelaskan tentang pengobatan (medis ataupun rumahan) dan juga pencegahan yang bisa dilakukan Ayah dan Bunda untuk melindungi si kecil dari bahaya dehidrasi. Semoga anak kita selalu sehat, aamiin. 

Note: saya bukanlah dokter ataupun ahli gizi. Saya hanyalah seorang Ibu yang selalu haus akan ilmu parenting, pendidikan, dan kesehatan anak, yang terus belajar dan berbagi ilmu.  Trimakasih telah membaca informasi terkait dehidrasi pada balita. Semoga bermanfaat.
Mualimah Saya adalah ibu 1 anak yang begitu cinta dengan dunia anak dan pendidikan

8 Komentar untuk "Dehidrasi pada Balita, Yuk Berkenalan dengan Penyebab dan Gejalanya!"

  1. Sepertinya sepele tapi berbahaya ya dehidrasi itu mbak

    BalasHapus
  2. Ilmu ini pasti sangat bermanfaat untuk paran ibu atau calon ibu. Keep sharing..semoga jadi ladang ibadah ya

    BalasHapus
  3. Semoga segera diantisipasi karena klo debay rewel kasihan orangtua dan anak

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat artikel nya

    BalasHapus
  5. Salah satu hal yang bikin ibu-ibu ketar-ketir ya. Apalagi kalau anak lagi sakit, mencret plus muntah. Duh... Bikin khawatir bgt sih itu krn makin besar kemungkinan kena dehidrasinya. Semoga anak-anak kita sehat semua.

    BalasHapus
  6. New mom pasti bingung banget ngalamin ini. Makasih mba informasinuaa

    BalasHapus
  7. Ouh gitu yah tanda tanda nya...jadi bagus nih klo untuk ibu ibu yang baru punya anak

    BalasHapus
  8. Dehidrasi juga bs merrngut nyawa loh... Harus extra hati2 emang

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel