Tata Krama Untuk Si Kecil

Setiap keluarga pasti mempunyai aturan. Nggak harus tertulis, yang penting ditetapkan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Begitu halnya dalam pengasuhan anak. Kalau mau si kecil tumbuh dengan menerapkan tata krama yang baik, ya harus diajari. Ini bukan tentang pemaksaan melainkan tentang proses, proses menjadikan pribadi si kecil lebih baik dan berkarakter. 

Designed by Pixabay

Haikal umurnya memang baru 2 tahun, tapi saya dan si ayah sepakat menetapkan aturan buat si kecil. Tentu, karena kami memang ingin Haikal memiliki karakter yang bagus. Paling tidak, mengajarakan sopan santun sejak dini. 

Apakah sulit? Sangat sulit😅. Ya, itu dulu. Awalnya memang cukup sulit. Namanya anak-anak, nggak bisa instan. Everything needs struggle. Setapak demi setapak, sekarang si kecil mulai paham dan menerapkan aturan simple yang kami ajarkan. 

By the way, saya nggak sekedar mengajarkan tapi juga menjalankan. Kenapa? Ingat, anak adalah peniru ulung. Sesuatu yang baik berasal dari kebiasaan yang baik. So, cara terbaik untuk mengajarkan hal baik ya kita yang berperan dulu. Berperan sambil menjelaskan.  

Ok, back to the point. Berikut adalah beberapa hal yang saya tanamlan ke si kecil:

Mengucapkan tolong dan terimakasih


Tolong dan terimakasih ini termasuk magic word yang harus diajarkan sedini mungkin. Anda semua pasti paham kan bagaimana rasanya saat ada yang mengucapkan terimakasih. Kata sederhana namun mampu menyihir semua pendengarnya. Ya, persepsi akan berubah seketika terhadap lawan bicara. Jangankan kita yang sudah dewasa, anak kecil pun sadar kalau ungkapan ini sangat menyenangkan dan berkesan. 

Dalam keseharian, tak dapat dihitung berapa kali saya mengucapkan 2 kata ini. Karena setiap saya minta bantuan, saya katakan 'tolong', setiap hal baik yang dilakukan haikal, saya hadiahi dengan ucapan terimakasih. Yeah, this is ny way to teach him.

Hasilnya? Kapanpun Haikal butuh bantuan akan mengucapkan 'tolong'. Kapanpun saya membantunya, kapanpun saya melakukan hal untuknya, Haikal mengucapkan that magic word, 'terimakasih'. Nggak hanya diucapkan ke saya. Whoever helps him, does something for him, kata simple itu tak pernah terkunci. 

Jangan tanya betapa harunya hati ini. It's real, saya tak mengada-ngada. Dan saya yakin, suatu saat, anak akan memahami pentingnya mensyukuri dan menghargai usaha orang. Pelajaran ini akan sangat membantunya dalam beradaptasi di masyarakat. 

Mengucapkan Maaf


Maaf juga sangat menyihir pendengar. Iya, karena dapat menghilangkan rasa sakit hati. Manusia itu tempatnya khilaf. Apalagi new mom seperti saya, banyak khilafnya ke anak😭. So, kata maaf itu jurus andalan untuk memulihkan hati si kecil. 

Sebelum real mengajarkan ke anak, sejak masih bayi, setiap malam, saya meminta maaf ke anak. Maaf karena tak bisa mengurusnya maximally, maaf karena sering mengeluh, maaf karena bla bla bla. I cannot say my fault, banyak sekali. 

Tapi, mengajarkan 'maaf' ke anak itu nggak mudah, ini pengalaman saya. Tahu kan, kalau anak 2 tahun masih mementingkan egonya. Biasanya kalau Haikal berbuat salah, saya langsung tatap matanya dengan tatapan tak suka. Kalau masih diteruskan, pasang wajang cemberut. Directly, Haikal peluk dan minta maaf ke saya. Ini saya lakukan kalau Haikal lagi tinggi banget egonya dan tidak mau minta maaf. 

Reaksi saya gimana? Anak sudah berbuat benar dengan ucapan maaf, so, saya harus memberinya apresiasi. Cukup pelukan dan ciuman tulus. Anak akan menyadari 'maaf' sangat mempengaruhi emosional orang. So, anak pun akan berusaha memperbaiki sikap. 

Mengucapkan permisi


Jujur, kalau yang ini saya megajarkannya secara 'tak sengaja dan tak terduga'. Jadi, sudah kebiasaan saya (juga orang sekitar), kalau mau lewat di depan orang, saya akan menundukkan badan (sedikit) seraya berucap permisi. Kalau di daerah saya, istilahnya "amit/nuwun sewu". Orang jawa paham ya..😅. 

Ternyata oh ternyata, Haikal diam-diam memperhatikan dan menirukan. Saat melewati saya, Haikal mengucapkan kata itu. Kaget? Tentu. Bangga? Pastinya dong. So, segera saya peluk si kecil and say thanks. Saya selipkan penjelasan sederhana pentingnya ucapan permisi. Really, sampai sekarang dan insya allah seterusnya, Haikal selalu menerapkan budaya baik ini. 

Untuk membuat si kecil terbiasa itu memerlukan waktu


Sabar, inilah kuncinya. Konsistensi itu sangat dibutuhkan dalam kebiasaan ini. So, jangan ada kata menyerah sampai anak benar-benar menjadikan semua itu sebuah kebiasaan baik. Kalau saya ya terus mengingatkan.

"Hayoo.... bilang apa"

Kalimat itu selalu saya ungkapkan saat si kecil lupa tak mengucap maaf, saat si kecil terlalu senang sampai mengabaikan rasa terimakasih, saat si kecil berjalan seenaknya di depan orang (terlebih orang tua). Intinya, mengingatkan. Saya yang dewasa sering lupa apalagi anak kecil😅. 

So, ayo terapkan budaya baik sejak dini ke si kecil!

Mualimah Saya adalah ibu 1 anak yang begitu cinta dengan dunia anak dan pendidikan

16 Komentar untuk "Tata Krama Untuk Si Kecil"

  1. yes agree ... toto kromo sampun sakmestine dipun ajarake marang bocah bocah.

    gohealthtv

    BalasHapus
  2. artikelnya sangat informatif..

    BalasHapus
  3. Parenting adab anak ke orang tua sudah diajarkan semenjak dini

    BalasHapus
  4. Penting mendidik anak sejak dini

    BalasHapus
  5. Iya sih. 4 kata itu emang hebat banget sih. Tolong, terima kasih, maaf dan permisi. Banyak yang abai dalam hal ini. Jadi emang lebih baik diajarkan sejak kecil. Mulai dr diri kita sendiri dulu

    BalasHapus
  6. Benar, kalau tidak dibiasakan daei kecil sampai besar bisa enggan mengucap kata itu.

    BalasHapus
  7. Kata kata sakti yang bisa digunakan untuk membedakan manusia beradab atau tidak. Semoga anak2 kita menjadi anak berakhlakul Karimah. Aamiin

    BalasHapus
  8. Setuju..harus di tanamkan sejak dini perilaku baik dan akhlak baik

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel