5 Cara Klasik Untuk Memupuk Pertumbuhan Si Kecil


Di tahun pertama, si cutie akan berubah dari yang awalnya bergantung pada Anda dalam segala hal, menjadi lebih aktif sendiri seperti mengoceh, bergerak, dan bahkan belajar sendiri. Itu semua berkat bimbingan orangtua yang luar biasa! Agar lebih dahsyat lagi, kita dapat memupuk pertumbuhan si kecil lebih banyak lagi dengan aktivitas ini:

Melakukan tummy time

Luangkan waktu untuk melakukan tummy time dengan si anak. Ini adalah waktu pemanasan terbaik bagi bayi seperti belajar duduk, merangkak, dan berjalan. Tummy time akan membangun kekuatan tubuh bagian atas dan inti juga melatih keterampilan motorik halus. Selain itu, cara tersebut membuat si kecil merasakan suasana baru. 

Designed by Pixabay.com

Jika si kecil awalnya merasa tidak nyaman, baringkan dulu di dada dengan posisi kita berbaring di lantai. Tunggu hingga anak siap sepenuhnya untuk bertransisi ke lantai, dan kita juga bisa siapkan mainan untuk dipegang. Sebenarnya, kita dapat mengajak anak untuk melakukan tummy time sejak kecil bahkan sejak lahir.  Mulai saja perlahan, dua hingga lima menit beberapa kali sehari.

Membaca buku

Membaca akan memperkanalkan anak pada kata-kata dan bunyi bahasa baru. Melibatkan anak dalam kegiatan membaca (sesering mungkin) membuatnya menjadi peserta yang aktif. 
"Mobil suaranya vroom! Suara apa yang dihasilkan mobil? Vroom!"
Benar-benar masuk ke dalam otaknya! Terlebih jika kita busa memfasilitasi buku semacam e-book dengan warna cerah dan mengeluarkan suara. Ingat, pada usia 6 hingga 12 bulan, anak sudah mulai menyukai buku dengan gambar wajah, bentuk, atau binatang.

Aktif berbicara dengan anak

Bicaralah sesering mungkin dengan anak. Semakin banyak kata yang didengar anak, anak akan semakin mudah mempelajari cara menghasilkan suara atau mengucapkan kata yang diperlukan dalam keseharian. 

Berbicara dengan anak juga akan membantu memperkenalkannya tentang adanya sebuah ritme percakapan. 
"Haruskah kita memakai kaus kaki?” “Ya, kita harus memakainya!” 
Anak mungkin saja belum mampu berinteraksi dengan orang dewasa, tetapi kita dapat mengisi waktu kosong dengan menceritakan rutinitas sehari-hari. 

Memainkan permainan bahasa sosial, seperti ciluk ba, juga akan membangun keterampilan berbicara sejak dini.

Menjadi cheerleader

Jadilah cheerleader bagi anak! Maksudnya seperti apa? Haruskah berteriak-teriak meriah? Tidak juga. Menggendong, menatap matanya, tersenyum padanya, dan meyakinkannya ketika si anak mencoba sesuatu yang baru akan membantu anak merasa diperhatikan. Tonggak perkembangan emosional yang penting ini memungkinkan anak untuk belajar dan berani mengambil risiko dan mengeksplorasi. 

Designed by Pixabay

Anak dengan keterikatan yang aman (ikatan kuat yang terbentuk antara anak dan orangtua yang konsisten) telah terbukti berkembang pada tingkat yang lebih tepat karena anak lebih menjadi pribadi mandiri. Rutinitas yang selalu dilakukan misalnya di siang hari, mandi dan bermain bebek karet sambil bernyanyi, setiap malam di tempat tidur selalu ada cerita, juga dapat membantu keterikatan ini tumbuh, karena anak mulai bisa memahami apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Having fun

Bahkan hanya dengan bermain, anak dapat belajar tentang keadaan lingkungannya seperti memahami sebab dan akibat. Contohnya seperti apa? 

Kita bisa mengambil sesuatu dan  kemudian menjatuhkannya, maka Anak akan belajar memahami bahwa suatu benda bisa ke bawah karena dijatuhkan, suatu benda bisa berbunyi karena jatuh dari atas, dan juga lainnya.  


Mempelajari sesuatu atau hal-hal baru hanya dengan permainan sederhana sudah berhasil membantu otak anak membangun koneksi penting. So, buat anak merasa senang tapi tetap bereksplorasi. 

Bagaimana menurut Ayah & Bunda, apakah siap menjalankan aksi dan kreasi boost brainpower untuk memupuk pertumbuhan si kecil?

Mualimah Saya adalah ibu 1 anak yang begitu cinta dengan dunia anak dan pendidikan

6 Komentar untuk "5 Cara Klasik Untuk Memupuk Pertumbuhan Si Kecil"

  1. Cocok banget buat bekal bagi moms wanna be. Semua cewek kudu baca ini sih...

    BalasHapus
  2. Selalu suka ilmu parenting ginj

    BalasHapus
  3. Tulisan yanh sangat bermanfaat bagi para orang tua

    BalasHapus
  4. Iya bagus nih...harus emang dari sejak dini

    BalasHapus
  5. Trimakasih semua reader blog Mualimah. Semoga apa yang saya tuangkan di blog sederhana ini bermanfaat.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel