Penyebab dan Tips Menghadapi Tantrum Balita

Halo semuanya, hari ini setelah berhari-hari lamanya, saya ingin sekali berbicara dan berbagi dengan Anda tentang sesuatu yang telah saya alami dan pasti dialami semua ibu. Dan berdasarkan apa yang saya rasakan sebelumnya, masa tersebut bukanlah masa yang sangat menyenangkan. Masa apakah yang saya maksud di sini? Masa itu berkaitan dengan tantrum balita. 

Bayangkan betapa menegangkannya, si kecil yang sedang begitu bahagia dan damai namun tiba-tiba dia menangis dan berteriak sejadi-jadinya. Sungguh, otak kita serasa ingin keluar. Benar? Jika kita melihatnya dari sudut pandang balita, sungguh, betapa frustasinya si anak ketika tidak dapat menjelaskan apa yang dia inginkan atau mengapa dia begitu marah. Itulah yang umumnya dirasakan seorang balita. Dan, rasa frustrasi itu perlahan-lahan menjadi amukan besar.

Tips menghadapi anak tantrum

Kenapa tantrum bisa terjadi?

Ada beberapa alasan klasik yang bisa dengan mudah memicu tantrum balita. Adapun penyebab timbulnya tantrum pada balita adalah:

Lapar 

Alasan utama yang kita semua pikirkan pasti adalah rasa lapar. Kita pun paham bagaimana kita yang notabene orang dewasa cenderung gelisah saat merasa lapar. Begitu juga dengan balita. Karena nafsu makannya kecil, dia pun hanya menerima porsi kecil dan cenderung sering merasa sangat lapar. Karena rasa lapar yang tak tertahankan itulah perasaan gelisah muncul dan berubah menjadi tangisan. 

Bosan

Konsentrasi atau fokis hanya pada hal tertentu bisa membuat si kecil sangat bosan dan frustasi. Ingat, tingkat konsentrasi anak masih belum terlalu fokus, sehingga dia sangat mudah bosan. 

Minim komunikasi

Permasalahan terbesarnya adalah kurangnya komunikasi untuk mengungkapkan perasaan. So, orangtua dituntut untuk 'peka'. Kita bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana menjengkelkan ketika seseorang tidak mengerti apa yang sedang ia coba katakan. Pada akhirnya balita sangat mudah rewel karena sulit bagi mereka untuk mencoba menjelaskan hal yang sama berulang-ulang.

Lelah

Balita selalu berlarian kemana-mana dan biasanya terlalu cepat merasa lelah. Itulah kenapa penting bagi anak untuk memiliki waktu istirahat/tidur siang yang baik. Jika tidak, tubuh sang anak akan mudah menunjukkan gejala kelelahan. 

Ingin memperlihatkan kemandiriannya

Anak sangat lihai untuk memberontak. Ada kalanya anak ingin menunjukkan kepercayaan dirinya. Generally, anak akan senang dan merasa begitu percaya diri setelah dia mempelajari sesuatu atau aktivitas baru. Di saat itulah, meski dia merasakan kesulitan, dia tak butuh bantuan. Justru bantuan yang kita ulurkan bisa menciptakan tantrum hebat. Dia seilah ingin mengungkapkan bahwasannya dia bisa dan tak mau dibantu (saat itu). 

Tips mencegah timbulnya tantrum


Tidur siang

Ingatlah bahwa waktu tidur siang itu penting. Sama halnya dengan kita, anak pun butuh istirahat meski kenyataannya hati si anak memberontak dan selalu ingin bermain. Tapi, jangan sepelekan waktu penting ini. Karena kenyataannya, tidur yang cukup membantu si baby tetap lebih berenergi dan bahagia. 

Bahkan, cara ini pun cukup membantu meredakan emosi kita yang ingin meledak akibat kelelahan karena banyaknya pekerjaan yang terbengkalai. Sungguh, ada rasa damai menyeruak ketika mendapati si kecil tertidur pulas dan kita pun bisa menyelesaikan aktifitas rumahan. 

Hindari kata tidak

Anak-anak sekarang ini sangat cerdas dan kritis meski usianya yang masih sangat muda. Ya, anak mengerti apa yang kita ungkapkan. Sebisa mungkun hindari untuk mengatakan tidak. Kata 'tidak' itu sangat sensitif. Bukannya berhenti, anak akan tetap beraksi. Semakin dilarang, anak akan semakin memberontak. So, ambil jalan lain. 

Contoh, alih-alih melarang atau meneriaki anak agar tidak menyentuh barang-barang mahal di sekitar rumah, lindungi rumah Anda terlebih dahulu agar Anda dan si balita dapat menikmati waktu bermain dengan aman dan santai di dalam ruangan. 

Sentuhan yang menenangkan

Kita akan merasa sangat panik saat anak tiba-tiba enangis. Dan, pada saat itu, anak berada di zona di mana ia sama sekali tak mau mendengar atau sekedar melihat Anda. So, peluk atau gendong si kecil. Berikan sentuhan ringan karena sentuhan itulah yang membantunya merasa tenang.

Well, cara di atas telah saya lakukan ketika menenangkan si kecil. Bisa dibilang, kesayangan saya ini adalah raja drama😅. So, bagaimana pengalaman dan cara Anda mengatasi tantrum balita?
Mualimah Saya adalah ibu 1 anak yang begitu cinta dengan dunia anak dan pendidikan

4 Komentar untuk "Penyebab dan Tips Menghadapi Tantrum Balita"

  1. mantap tips nya, semoga kita semua bisa mengatasi anak2 yang tantrum

    BalasHapus
  2. Jadi tantrum itu bikin mood anak jadi cerewet ya, pusing juga kalo lagi cerewet. Tapi untung ada info tips buat menanganinnya😁👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga para bunda juga ayah tentunya bisa bersikap bijak

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel